Keutamaan memelihara janggut
Mengenai mencukur kumis dan memanjangkan janggut adalah sunnah Nabi saw, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan Shahih Bukhari dan riwayat lainnya, namun ada perbedaan pendapat mengenai “mencukur kumis”, sebagian sahabat mencukur habis, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Juz 5 hal 2208 bahwa Ibn Umar ra mencukur kumisnya hingga terlihat jelas kulitnya yg putih.
Maka kalimat ini menandakan bahwa ia mencukur habis kumisnya, namun riwayat lain bahwa sahabat lain membiarkan kumisnya dan mengguntingnya saja (memendekkannya) agar tak melebihi bibir.Mengenai janggut telah mu’tamad bahwa makruh mencukurnya habis, namun boleh boleh saja bila dirapikan. Keutamaannnya tentulah satu satunya keutamaannya yg terbesar adalah sunnah, sebagaimana sabda Rasul saw : “Barangsiapa berpegang pada sunnahku dimasa rusaknya ummatku maka baginya 100 pahala syahid”.
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Pengamalan Tasawuf Ala Al Habib Luthfi
- Tahapan Mengenal Allah Swt (Habib Lutfi bin Yahya)
- Jika orang kasyf ketemu orang kasyf.
- Zikir dan Kegaiban (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Mau Sholat Jum’at Di Mana? (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Membersihkan Hati (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Mengatasi Keraguan dalam Ibadah (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Adab Menuliskan Nama Nabi SAW (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Minta Nama Untuk Anak (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Thariqat Alawiyyah dan Istiqomah (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Amalan Shalawat (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
- Ngalap Berkah di Makam Para Wali (Tanya jawab dengan Habib Lutfi bin Yahya)
-
Tautan
Wah gak konsisten nih, dikatakan keutamaannya mengikuti sunnah, tapi kenapa dalam hal isbal tidak mengikuti padahal itukan yg dilakukan oleh Nabi cuman karena Abubakar yg tidak mengikuti karena celananya melorot terus lantas yg di ikuti malah perbuatan Abubakar bukan Nabi…aneh memang Aswajah..
nu ente pengikut nabi Muhammad bukan sih ,kok bisanye cuma mencari -cari kesalahan orang lain aja .kaya ibu -ibu di komplek ane ente .bisanye sesumbar aje..payah ente… comel ente…kaya’ yang paling bener aje ente..Nabi Muhammad nggak pernah ngajarin begitu pengikut siapa ente jangan-jangan ente jelmaan..ih serem