Penjelasan Hadist ‘Ada tiga hal yang apabila dikatakan maka berbohonglah’ dari Habib Munzir Al Musawwa
Saya ingin meminta pembenaran dari Tuan Guru mengenai suatu hadis yang pernah saya baca:
bahwasanya telah diriwayatkan oleh Bukhoori dan Muslim , bahwa syaidina aisyah mengatakan bahwa Baginda Rasulullah
Sayyidina Muhammad bersabda : “ada tiga hal yang apabila dikatakan maka berbohonglah ia,..
1. apabila ada yang mengatakan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah menyembunyikan Kalan Allah / tidak menyampaikan wahyu dari Allah kepada umatnya maka orang itu telah berbohong.
2. apabila ada orang yang mengatakan bahwasaya Baginda Rasulullah itu telah pernah berjumpa dengan bertatap muka dengan Allah sesungguhnya yang mengatakan itu adalah berbohong.
3. apabila ada yang mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Syaidina Muhammad mengetahui akan hari yang akan datang berarti orang yang mengatakan hal tersebut adaklah pembohong..”
Berikut ini jawaban dari Habib Munzir Al Musawwa
Hadits hadits itu teriwayatkan maknanya pada shahih Bukhari dan lainnya, namun hadits hadits tsb adalah Aaamun Makhsush (umum namun ada pengecualiannya)
sebagaimana firman Allah swt : “Sudah Kupastikan akan kupenuhi neraka Jahannam dengan Jin dan Manusia semuanya” (Assajdah)
namun kan tentunya tidak semua jin dan manusia, yg dimaksud adalah Jin dan Manusia yg fasiq dan kafir, namun lafad ayat menjelaskan semua orang,
inilah yg disebut Aamun Makhsush (umum tapi ada pengecualiannya.
Rasul saw tak menyembunyikan wahyu Allah, namun tidak mengajarkan kecuali pada yg sudah pantas menerimanya, sebagaimana riwayat shahih Bukhari berkata Abu Hurairah ra : “Jika aku bicarakan semua yg kudengar dari Rasul saw, maka tenggorokanku ini akan ditebas pedang”
demikian juga ucapan sayyidina Ali kw : ucapkanlah / sampaikanlah pada orang menurut kadar pengetahuannya, apakah kau ingin membuat orang mendustakan Allah dan Rasul Nya..??” (Shahih Bukhari)
maka jelas sudah bahwa tidak semua ilmu pengetahuan boleh disampaikan, ada yg memang disembunyikan sampai orang tsb pantas mengetahuinya.
mengenai hadits kedua yg anda tanyakan, ia adalah riwayat Aisyah ra, namun belasan hadits shahih lainnya menjelaskan Rasul saw berjumpa dg Allah swt.
mengenai hadits ketiga yg anda tanyakan, puluhan hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim yg menjelaskan bahwa Rasul saw menjelaskan sorga, neraka, yg terakhir keluar dari neraka, jumlah orang yg masuk sorga, tingkatan sorga, Mizan, hisab, dlsb, menunjukkan Rasul saw adalah orang yg paling tahu tentang hari kiamat
Sumber Situs Habib Munzir Al Musawwa
Kisah memuliakan tamunya Rasulullah
Ketika Allah melihat salah satu bentuk, dimana Allah Swt memperlihatkan kepada hamba â hambaNya bahwa Allah melihat semua perbuatan yang terkecil sekalipun. Maka disaat itu datanglah tamu kepada Sang Nabi saw dan Sang Nabi saw tidak bisa menjamunya karena tidak ada makanan.
Rasul tanya pada istrinya “punya makanan apa kita untuk menjamu tamu ini?”,
istri Nabi saw menjawab “tidak ada, yang ada cuma air”.
Maka Rasul berkata siapa yang mau menjamu tamuku ini? Satu orang anshar langsung mengacungkan tangan aku yang menjamu tamumu ya Rasulullah. Bawa ke rumahnya, sampai dirumah mengetuk pintu dengan keras hingga istrinya bangun.
Kenapa suamiku? kau tampak terburu â buru. “akrimiy dhaifa Rasulillah” kita dapat kemuliaan tamunya Rasulullah. Ayoo.. muliakan, keluarkan semua yang kita miliki daripada pangan dan makanan, semua keluarkan. Ini tamu Rasulullah bukan tamu kita, datang kepada Rasul, Rasul saw tidak bisa menyambutya.
Rasul tanya “siapa yang bisa menyambutnya?”, aku buru – buru tunjuk tangan, ini kemuliaan besar bagi kita.
Istrinya berkata “suamiku, makanannya hanya untuk 1orang. Tidak ada makanan lagi, itu pun untuk anak â anak kita. 2 orang anak â anak kita hanya akan makan makanan untuk 1 orang, kau ini bagaimana menyanggupi undangan tamu Rasul? kau tidak bertanya lebih dulu? apakah kita punya kambing, punya ayam, punya beras, punya roti, jangan main terima sembarangan!”
Maka suaminya sudah terlanjur menyanggupi “sudah kalau begitu anak kita tidurkan cepat â cepat, matikan lampu agar anaknya tidur”. “belum makan, suruh tidur jangan suruh makan malam, biar saja”.
Ditidurkan anaknya tanpa makan. Lalu tinggal makanan yang 1 piring untuk 1 orang, “ini bagaimana? tamunya tidak mau makan kalau hanya ditaruh 1 piring kalau shohibul bait (tuan rumah) tidak ikut makan karena cuma 1 piring makanannya”.
Suaminya berkata “nanti sebelum kau keluarkan piringnya, lampu ini kau betulkan lalu saat makan tiup agar mati pelitanya, jadi pura â pura lampu mati. Taruh piring, silahkan makan dan kita taruh piring kosong di depan kita, tamu makan kita tidak usah makan tapi seakan â akan makan dan tidak kelihatan lampunya gelap”.
Maka tamunya tidak tahu cerita lampunya mati, pelitanya rusak, tamunya makan dengan tenangnya, nyenyak dalam tidurnya, pagi â pagi shalat subuh kembali kepada Rasul saw “Alhamdulillah ya Rasulullah aku dijamu dengan makanan dan tidur dengan tenang”. Rasul berkata “Allah semalam sangat ridho kepada shohibul bait (tuan rumah) yang menjamumu itu” (shahih Bukhari). Allah tersenyum, bukan Allah itu seperti manusia bisa tersenyum tapi maksudnya Allah sangat sayang dan sangat gembira. Dengan perbuatan itu Allah sangat terharu, bukan terharu karena tamunya saja tapi juga karena shohibul bait berucap. “akrimiy dhaifa Rasulillah” muliakan tamu Rasulullah. Ini yang membuat Allah terharu, untuk tamunya Rasulullah rela anaknya tidak makan, tidur semalaman dalam keadaan lapar untuk memuliakan tamunya Rasulullah saw.
Sumber Habib Munzir Al Musawwa
Belahan Jiwa Rasulullah SAW
ÙØ§Ù Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ
Ù : ÙÙØ§Ø·ÙÙ
ÙØ©Ù Ø¨ÙØ¶ÙØ¹ÙØ©Ù Ù
ÙÙÙÙÙ ÙÙÙ
ÙÙÙ Ø£ÙØºÙØ¶ÙØ¨ÙÙÙØ§ Ø£ÙØºÙØ¶ÙØ¨ÙÙÙÙ (صØÙØ Ø§ÙØ¨Ø®Ø§Ø±Ù
Sabda Rasulullah saw :
âFathimah (Putri Rasul saw) Belahan jiwaku, membuatku marah apa apa yg membuatnya marahâ (Shahih Bukhari)
Kita mengenal satu sosok manusia yang sangat dicintai oleh Rasulullah saw, manusia yang paling disayang Rasulullah. Siapa? Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Ini haditsnya baru kita baca. âFatimah badhâatun minniy..â Putriku Fatimah itu belahan dari tubuhku. Tapi Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari lebih menekankan kepada belahan jiwaku. Maksudnya yang paling kucintai. â..aghdhabaniy man aghdhabahaâ siapapun yang membuatnya marah akan membuatku marah.
Kalimatnya sangat singkat, tapi kalau kita perdalam maknanya Rasulullah itu tidak pernah marah untuk dirinya. Rasulullah itu marah hanya karena Allah saja semata. Kalau sudah urusan haknya Allah, baru Rasul saw marah. Berarti orang yang menyinggung perasaan Sayyidatuna Fatimah Azzahra berurusan dengan kemurkaan Allah. â..faman aghdhabaha aghdhabaniyâ yang membuatnya marah akan membuatku marah. Ini adalah satu isyarat daripada hadits Nabi saw, betapa cinta Allah kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra, sehingga Rasul murka dengan orang yang membuat Sayyidatuna Fatimah Azzahra marah.
Ketika Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw mengirimkan istrinya yaitu Sayyidatuna Fatimah Azzahra, karena tidak tega melihat Sayyidatuna Fatimah tangannya ini luka â luka karena menumbuk padi sendiri, menumbuk gandum sendiri untuk makanan anak â anaknya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Tangan yang demikian lembut mulai tergores â gores dan berdarah.
Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak tega, kalau begitu coba minta pada Rasulullah khadim. âBanyak koq yang mau berkhadim kepada kitaâ, kata Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Sayyidatuna Fatimah datang kepada Rasul saw. Rasulullah berdiri, disini dalil. Diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa Rasul itu berdiri untuk menyambut Sayyidatuna Fatimah Azzahra, teriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Ini dalil berdirinya kita untuk orang yang kita cintai. Rasulullah datang, Sayyidatuna Fatimah berdiri.
Sayyidatuna Fatimah meminta khadim (pembantu) kepada Ayahnya. Ayahnya berkata âya Fatimah, kuajarkan kau bacaan dan itu lebih baik daripada pembantuâ, Sayyidatuna Fatimah berkata âkoq bacaan wahai Ayah?â, Rasul berkata âsebelum kau tidur baca Subhanallah 33X, Alhamdulillah 33X, Allahu Akbar 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa aâlaa kulli syaiin qadir, lalu tidurlah. Kau bangun pasti akan lebih segar tubuhmuâ (Shahih Bukhari),
Sekilas kita mengatakan bahwa ini adalah perbuatan yang sedikit kejam. Orang minta pembantu malah diberi dzikir, tetapi hadirin ini mujarab. Kalian pulang dari sini boleh coba, tubuh yang sedang lelah dan lesu, coba sebelum tidur membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, masing â masing 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah.., lalu tidur dan lihat bangunmu tidak sama dengan bangun yang tanpa dzikir. Ada 1 kenasaban, ada rahasia kekuatan Illahiyah masuk kedalam sel â sel tubuhmu.
Demikian Sang Nabi saw mengajari untuk Sayyidatuna Fatimah Azzahra. Wasiat beliau saw kepada putrinya dan Rasul saw tidak memberikan khadim (pembantu). Kejam sekali Rasul yang mempunyai banyak khadim. Sahabat diberi khadim 5, yang ini dikasih khadim 10.
Sementara putrinya tidak diberi khadim. Kenapa? karena makanan yang dibuat dengan tangan ibunya sendiri lebih berkah daripada makanan yang dibuat tangan pembantu. Kalau anak makanannya dari tangan ibunya jauh lebih berhak dan lebih berkah daripada anak yang diberi makan dari tangan pembantunya. Dari kasih sayangnya, dari dzikirnya, apalagi Sang Ibu ini Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Rasul tidak mau makanan Sayyidina Hasan wal Husein dicampuri tangan pembantu.
Cukup tangan ibunya Sayyidatuna Fatimah Azzahra karena Rasulullah tahu dari keturunan Sayyidina Hasan wal Husein akan muncul puluhan ribu wali Allah yang akan mengislamkan Barat dan Timur. Ibunda dari semua Habaib yang ada di permukaan bumi. Maka Rasul tidak mau ada tangan pembantu ikut makan daripada makanan Sayyidina Hasan wal Husein radiyallahu anhum. Demikian hadirin â hadirat, indahnya tarbiyah Sang Nabi saw.
Sumber Habib Munzir Al Musawwa
Dahsyatnya Sholawat
Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.
Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.
1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.
Sabda Nabi Muhammad Saw:
أربع Ù Ù Ø§ÙØ¬ÙÙÙØ§Ø¡Ù Ø£Ù ÙØ¨ÙÙ Ø§ÙØ±Ø¬Ù ÙÙÙ ÙØ§Ø¦Ù Ø ÙØ£Ù ÙÙ Ø³Ø Ø¬Ø¨ÙØªÙ ÙØ¨Ù Ø£Ù ÙÙØ±Øº Ù Ù Ø§ÙØµÙØ§Ø©Ø ÙØ£Ù ÙØ³Ù ع اÙÙØ¯Ø§Ø¡ ÙÙØ§ ÙØ´Ùد ٠ث٠٠ا ÙØ´Ùد اÙ٠ؤذÙÙØ ÙØ£Ù Ø£Ø°ÙØ± Ø¹ÙØ¯Ù ÙÙØ§ ÙØµÙ٠عÙÙÙ. (Ø±ÙØ§Ù Ø§ÙØ¨Ø²Ø§Ø± ÙØ§ÙطبراÙÙ)
Artinya:
âEmpat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)
Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.
Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.
Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.
Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:
Ø¥ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙ ÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙØªÙÙÙ ÙÙØµÙÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙ٠اÙÙÙÙØ¨ÙÙÙÙ ÙÙØ§Ø£ÙÙÙÙÙÙØ§ اÙÙÙØ°ÙÙÙ٠آ٠ÙÙÙÙØ§ صÙÙÙÙÙØ§ عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ ØªÙØ³ÙÙÙÙÙ ÙØ§
âSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanyaâ. (QS. Al-Ahzab 56).
Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.
Ø³ÙØ±Ø© اÙ٠رء ØªÙØ¨Ø£ Ø¹Ù Ø³Ø±ÙØ±ØªÙ
Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.
Nabi Saw bersabda:
٠ا Ù ÙÙÙ Ù Ù Ø£ØØ¯Ù سÙÙ٠عÙ٠إذا ٠تÙÙ Ø¥ÙØ§ جاءÙ٠جبرÙÙ ÙÙØ§Ù جبرÙÙ ÙØ§ Ù ØÙ د ÙØ°Ø§ ÙÙØ§Ù اب٠ÙÙØ§Ù ÙÙÙØ±Ø¦Ù Ø§ÙØ³ÙØ§Ù Ø ÙØ£ÙÙÙ ÙØ¹ÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙØ§Ù ÙØ±ØÙ Ø© اÙÙÙ ÙØ¨Ø±ÙاتÙ. (Ø±ÙØ§Ù Ø£Ø¨Ù Ø¯Ø§ÙØ¯).
Artinya:
âTidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: âwahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: âdan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allahâ. (HR. Abu Daud)
Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?
Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.
1). Shalawat membersihkan dosa
Sabda Nabi Saw:
صÙÙ٠عÙÙÙ ÙØ¥Ù Ø§ÙØµÙاة عÙÙ Ø²ÙØ§Ø©Ù ÙÙÙ ÙØ§Ø³Ø£ÙÙØ§ اÙÙÙ Ù٠اÙÙØ³ÙÙØ©Ø ÙØ§ÙÙØ§ Ù٠ا اÙÙØ³ÙÙØ© ÙØ§ رسÙ٠اÙÙÙØ ÙØ§Ù: أعÙ٠درجة٠ÙÙ Ø§ÙØ¬ÙØ© ÙØ§ ÙÙØ§ÙÙØ§ Ø¥ÙØ§ رجÙÙ ÙØ§ØØ¯Ù ÙØ£Ùا ارج٠أ٠ÙÙÙÙ Ø£ÙØ§ ÙÙ. (Ø±ÙØ§Ù Ø£ØÙ د ÙÙ Ù Ø³ÙØ¯Ù)
âbacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilahâ. Para sahabat bertanya: âapakah wasilah itu?â beliau menjawab: âderajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnyaâ.
2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan
Sabda Nabi Saw:
٠٠صÙÙ٠عÙÙ ØµÙØ§Ø©Ù ÙØ§ØØ¯Ø© صÙ٠اÙÙ٠عÙÙ٠عشر صÙÙØ§Øª ÙØØ·Ù Ø¹Ù٠عشر Ø®Ø·ÙØ¢Øª (Ø±ÙØ§Ù اÙÙØ³Ø§Ø¦Ù)
âbarangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannyaâ (HR. Nasai)
3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat
Sabda beliau Saw:
٠٠صÙ٠عÙÙ Ù٠اÙÙÙÙ Ù Ø§Ø¦Ø©Ù Ù Ø±ÙØ©Ù ÙØ¶Ù اÙÙÙ ÙÙ Ù Ø§Ø¦Ø©Ù ØØ§Ø¬Ø©ÙØ Ø³Ø¨Ø¹ÙÙ Ù ÙÙØ§ ÙÙ Ø§ÙØ¢Ø®Ø±Ø© ÙØ«ÙاثÙÙ ÙÙ Ø§ÙØ¯ÙÙØ§
âbarangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jamâul Jawamiâ, Hal: 796)
4). Terangkatnya derajat manusia
Sabda beliau Saw:
٠٠صÙ٠عÙÙÙ Ù Ù Ø£Ù ØªÙ Ù Ø®ÙØµØ§ÙÙ Ù Ù ÙÙÙØ¨ÙÙ ØµÙØ§Ø©Ù ÙØ§ØØ¯Ø©Ù صÙÙ٠اÙÙÙ٠عÙÙ٠عشر صÙÙØ§ØªÙ ÙØ±Ùع عشر درجات٠ÙÙ ØØ§ عÙ٠عشر Ø³ÙØ¦Ø§ØªÙ. (Ø±ÙØ§Ù اÙÙØ³Ø§Ø¦)
âbarangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahanâ. (HR. Nasai)
5). Menjadikan doa cepat terkabul
Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: âSaya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Sawâ. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)
Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi kaâbah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.
Sufyan bertanya: âSesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: âSiapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.
Sufyan menjawab: âSaya adalah sufyan ats tsauriâ. Orang itu berkata: âseandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku iniâ.
Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: âsewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan âinnalillah wa inna ilahi rajiunâ dan saya menutup mukanya dengan kain.
Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: âwahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: âapakah kamu tidak mengenal aku?
Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat ataskuâ. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)
Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw.
Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.
Sabda Nabi:
âJibril datang kepadaku dan berkata: âwahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: âaminâ. Jibril berkata lagi: âbarangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: âAminâ. Jibril berkata lagi: âbarangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan âAminâ. (HR. Ibnu Hibban).
Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat:
اÙÙÙÙ
صÙ٠عÙÙ Ù
ØÙ
د ÙØ¹Ù٠آ٠Ù
ØÙ
د
Maka kita menjawab:
اÙÙÙÙ
صÙÙ ÙØ³ÙÙ
ÙØ¨Ø§Ø±Ù عÙÙ Ù
ØÙ
د
Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.
âbarangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorgaâ (HR. Ibnu majah).
Sumber http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/
article/22-pengajian/1255-dahsyatnya-sholawat
Sholawat Bani Hasyim
اÙÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠صÙÙÙ٠عÙÙÙ٠اÙÙÙÙØ¨ÙÙÙ٠اÙÙÙÙØ§Ø´ÙÙ ÙÙÙÙ Ù ÙØÙÙ ÙÙØ¯Ù ÙÙØ¹ÙÙÙ٠آÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù ØªÙØ³ÙÙÙÙÙÙ ÙØ§
Allaahumma shalli âalan-nabiyil Haasyimiyyi
Muhammadiw waâalaa aalihi wa sallim tasliiman
Artinya :
Ya Allah, Berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim,
yakni Muhammad beserta keluarganya, semogalah tetap selamat dan sejahtera.
Keterangan
Sholawat ini banyak manfaatnya untuk kepentingan dunia akherat. Sholawat ini adalah kesukaan Syaikh Mursyid Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ra. Dan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin, ra. Dan dianjurkan bagi seluruh murid murid Thoreqot Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya untuk mengamalkannya.
Alkisah Syaikh Mursyid Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh, beliau ayah dari Abah Anom Suryalaya) berguru kepada Syaikh Kholil Bangkalan Madura. Abah Sepuh berguru terekat kepada Syaikh Kholil dan telah mendapat ijasah khusus Shalawat Bani Hasyim seperti yang tertulis diatas.
Kemudian Abah Sepuh pulang ke dari Pulau Madura naik perahu tanpa dibekali dayung dan layar. Dengan berbekal shalawat yang diijazahi oleh Kyai Kholil , Abah Sepuh terus berdzikir shalawat bani hasyim terus menerus sepanjang perjalanan. Akhirnya beliau sampai di cirebon.
-
Terkini
- Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar
- Mengenang KH. Ahmad Asrori Ustman Al-Ishaqy Sang Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyyah
- Malam Lailatul Qadar
- Keutamaan memelihara janggut
- Amalan agar nilai bagus dan hafalan bagus
- Rasulullah pernah melakukan shalat tarawih dengan cepat tapi sempurna tuma’ninahnya
- Doa sholat tarawih dan bacaan bilal dari Habib Munzir Al Musawwa
- Taushiyah ‘Pergi Haji dan Umrah Bukan Mimpi’ oleh Ustad Yusuf Mansur
- Doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut Al Quran
- Mukjizat Shalawat
- Cara mengatasi pengaruh sihir , pelet, jin menurut Islam
- Cara melepaskan susuk menurut Islam
-
Tautan