FATWA ULAMA TENTANG SYIAH
IMAM MALIK
Ø§Ø§ÙØ§Ù ا٠٠اÙÙ
رÙÙ Ø§ÙØ®ÙØ§Ù Ø¹Ù Ø§Ø¨Ù Ø¨ÙØ± اÙÙ
Ø±ÙØ²Ù ÙØ§Ù : سÙ
عت أبا عبد اÙÙÙ ÙÙÙÙ :
ÙØ§Ù Ù
اÙÙ : Ø§ÙØ°Ù ÙØ´ØªÙ
Ø§ØµØØ§Ø¨ اÙÙØ¨Ù صÙ٠اÙÙ٠عÙÙÙ ÙØ³ÙÙ
ÙÙØ³ ÙÙÙ
اسÙ
Ø§Ù ÙØ§Ù ÙØµÙب ÙÙ Ø§ÙØ§Ø³ÙاÙ
.
( Ø§ÙØ®Ùا٠/ Ø§ÙØ³Ù: Û²ØÙ¥Ù¥Ù§ )
Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdulloh berkata, bahwa Imam Malik berkata : âOrang yang mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islamâ
.
( Al Khalal / As Sunnah, 2-557 )
Begitu pula Ibnu Katsir berkata, dalam kaitannya dengan firman Allah surat Al Fath ayat 29, yang artinya :
â Muhammad itu adalah Rasul (utusan Allah). Orang-orang yang bersama dengan dia (Mukminin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka, engkau lihat mereka itu rukuk, sujud serta mengharapkan kurnia daripada Allah dan keridhaanNya. Tanda mereka itu adalah di muka mereka, karena bekas sujud. Itulah contoh (sifat) mereka dalam Taurat. Dan contoh mereka dalam Injil, ialah seperti tanaman yang mengeluarkan anaknya (yang kecil lemah), lalu bertambah kuat dan bertambah besar, lalu tegak lurus dengan batangnya, sehingga ia menakjubkan orang-orang yang menanamnya. (Begitu pula orang-orang Islam, pada mula-mulanya sedikit serta lemah, kemudian bertambah banyak dan kuat), supaya Allah memarahkan orang-orang kafir sebab mereka. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar untuk orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara merekaâ.
Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rofidhoh (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi SAW, adalah Kafir.
Beliau berkata : âKarena mereka ini membenci para sahabat, maka dia adalah Kafir berdasarkan ayat iniâ. Pendapat tersebut disepakati oleh sejumlah Ulama.
(Tafsir Ibin Katsir, 4-219)
Imam Al Qurthubi berkata : âSesungguhnya ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannya juga benar, siapapun yang menghina seorang sahabat atau mencela periwayatannya, maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Musliminâ.
(Tafsir Al Qurthubi, 16-297).
IMAM AHMAD
Ø§ÙØ§Ù ا٠اØÙ د اب٠ØÙ بÙ
:
رÙÙ Ø§ÙØ®ÙØ§Ù Ø¹Ù Ø§Ø¨Ù Ø¨ÙØ± اÙÙ
Ø±ÙØ²Ù ÙØ§Ù : Ø³Ø£ÙØª ابا عبد اÙÙ٠عÙ
Ù ÙØ´ØªÙ
أبا Ø¨ÙØ± ÙØ¹Ù ر ÙØ¹Ø§Ø¦Ø´Ø© Ø ÙØ§Ù: ٠اأرا٠عÙÙ Ø§ÙØ§Ø³ÙاÙ
.
( Ø§ÙØ®Ùا٠/ Ø§ÙØ³ÙØ© : Û²Ø Ù¥Ù¥Ù§)
Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, ia berkata : âSaya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah? Jawabnya, saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islamâ.
( Al Khalal / As Sunnah, 2-557).
Beliau Al Khalal juga berkata : Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku, katanya: âSaya mendengar Abu Abdullah berkata : âBarangsiapa mencela sahabat Nabi, maka kami khawatir dia keluar dari Islam, tanpa disadariâ.
(Al Khalal / As Sunnah, 2-558).
Beliau Al Khalal juga berkata :
ÙÙØ§Ù Ø§ÙØ®ÙاÙ: Ø£Ø®Ø¨Ø±ÙØ§ عبد اÙÙ٠ب٠اØÙ
د ب٠ØÙ
Ø¨Ù ÙØ§Ù : Ø³Ø£ÙØª أب٠ع٠رج٠شتÙ
Ø±Ø¬ÙØ§
Ù
Ù Ø§ØµØØ§Ø¨ اÙÙØ¨Ù صÙ٠اÙÙ٠عÙÙÙ ÙØ³ÙÙ
ÙÙØ§Ù : Ù
ا أرا٠عÙÙ Ø§ÙØ§Ø³ÙاÙ
(Ø§ÙØ®Ùا٠/ Ø§ÙØ³ÙØ© : Û²ØÙ¥Ù¥Ù§)
â Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita pada kami, katanya : âSaya bertanya kepada ayahku perihal seorang yang mencela salah seorang dari sahabat Nabi SAW. Maka beliau menjawab : âSaya berpendapat ia bukan orang Islamâ.
(Al Khalal / As Sunnah, 2-558)
Dalam kitab AS SUNNAH karya IMAM AHMAD halaman 82, disebutkan mengenai pendapat beliau tentang golongan Rofidhoh (Syiah) :
âMereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri dari sahabat Muhammad SAW dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya, kecuali hanya empat orang saja yang tidak mereka kafirkan, yaitu Ali, Ammar, Migdad dan Salman. Golongan Rofidhoh (Syiah) ini sama sekali bukan Islam.
AL BUKHORI
Ø§ÙØ§Ù Ø§Ù Ø§ÙØ¨Ø®Ø§Ø±Ù
.
ÙØ§Ù رØÙ
٠اÙÙÙ : Ù
اأباÙ٠صÙÙØª Ø®ÙÙ Ø§ÙØ¬ÙÙ
Ù ÙØ§ÙØ±Ø§ÙØ¶Ù
أ٠صÙÙØª Ø®Ù٠اÙÙÙÙØ¯ ÙØ§ÙÙØµØ§Ø±Ù
ÙÙØ§ ÙØ³ÙÙ
عÙÙÙ ÙÙØ§ ÙØ¹Ø§Ø¯ÙÙ ÙÙØ§ ÙÙØ§ÙØÙÙ ÙÙØ§ ÙØ´ÙدÙÙ ÙÙØ§ تؤÙ٠ذبائØÙÙ
.
( Ø®ÙÙ Ø£ÙØ¹Ø§Ù Ø§ÙØ¹Ø¨Ø§Ø¯ :١٢٥)
Iman Bukhori berkata : âBagi saya sama saja, apakah aku sholat dibelakang Imam yang beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani. Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.
(Imam Bukhori / Kholgul Afail, halaman 125).
AL FARYABI
اÙÙØ±Ùاب٠:
رÙÙ Ø§ÙØ®ÙØ§Ù ÙØ§Ù : أخبرÙÙ ØØ±Ø¨ ب٠اسÙ
اعÙ٠اÙÙØ±Ù
اÙÙ
ÙØ§Ù : ØØ¯Ø«Ùا Ù
ÙØ³Ù Ø¨Ù ÙØ§Ø±ÙÙ Ø¨Ù Ø²ÙØ§Ø¯ ÙØ§Ù: سÙ
عت اÙÙØ±ÙØ§Ø¨Ù ÙØ±Ø¬Ù ÙØ³Ø£Ù٠عÙ
٠شتÙ
Ø£Ø¨Ø§Ø¨ÙØ±
ÙØ§Ù: ÙØ§ÙØ±Ø ÙØ§Ù: ÙÙØµÙ٠عÙÙÙØ ÙØ§Ù: ÙØ§. ÙØ³Ø£Ùت٠ÙÙÙ ÙØµÙع ب٠ÙÙÙ ÙÙÙÙ ÙØ§ اÙÙ Ø§ÙØ§ اÙÙÙØ
ÙØ§Ù: ÙØ§ تÙ
سÙÙ Ø¨Ø£ÙØ¯ÙÙÙ
Ø Ø§Ø±ÙØ¹ÙÙ Ø¨Ø§ÙØ®Ø´Ø¨ ØØªÙ ØªÙØ§Ø±ÙÙ ÙÙ ØÙرتÙ.
(Ø§ÙØ®ÙاÙ/Ø§ÙØ³ÙØ©: Û²ØÙ¥Ù¦Ù¦)
Al Khalal meriwayatkan, katanya : âTelah menceritakan kepadaku Harb bin Ismail Al Karmani, katanya : âMusa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami : âSaya mendengar Al Faryaabi dan seseorang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya : âDia kafirâ. Lalu ia berkata : âApakah orang semacam itu boleh disholatkan jenazahnya ?â. Jawabnya : âTidakâ. Dan aku bertanya pula kepadanya : âMengenai apa yang dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh?â. Jawabnya : âJanganlah kamu sentuh jenazahnya dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu turunkan ke liang lahatnyaâ.
(Al Khalal / As Sunnah, 6-566)
.
AHMAD BIN YUNUSBeliau berkata : âSekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rofidhi (Syiah) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi dan aku tidak mau makan sembelihan si Rofidhi (Syiah), sebab dia telah murtad dari Islamâ.
(Ash Shariim Al Maslul, halaman 570).
ABU ZURâAH AR ROZI
أب٠زرعة Ø§ÙØ±Ø§Ø²Ù.
اذا Ø±Ø£ÙØª Ø§ÙØ±Ø¬Ù ÙÙØªÙص Ø£ØØ¯Ø§ Ù
Ù Ø£ØµØØ§Ø¨ رسÙ٠اÙÙ٠صÙ٠اÙÙ٠عÙÙÙ ÙØ³ÙÙ
ÙØ§Ø¹ÙÙ
Ø£ÙÙ Ø²ÙØ¯ÙÙØ ÙØ£Ù Ù
ؤد٠ÙÙÙ٠اÙ٠ابطا٠اÙÙØ±Ø§Ù ÙØ§ÙØ³ÙØ©.
( اÙÙÙØ§ÙØ© : ٤٩)
Beliau berkata : âBila anda melihat seorang merendahkan (mencela) salah seorang sahabat Rasulullah SAW, maka ketahuilah bahwa dia adalah ZINDIIG. Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al-Qur’an dan As Sunnahâ.
(Al Kifayah, halaman 49).
ABDUL QODIR AL BAGHDADIBeliau berkata : âGolongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah dan Imamiyah adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan sahabat-sahabat terbaik Nabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh di sholatkan dan tidak sah bermaâmum sholat di belakang merekaâ.
(Al Fargu Bainal Firaq, halaman 357).
Beliau selanjutnya berkata : âMengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, sebab mereka menyatakan Allah bersifat Al BadaâIBNU HAZM
Beliau berkata : âSalah satu pendapat golongan Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah, bahwa Al-Qur’an sesungguhnya sudah diubahâ.
Kemudian beliau berkata : âOrang yang berpendapat bahwa Al-Qur’an yang ada ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan mendustakan Rasulullah SAWâ.
(Al Fashl, 5-40).
ABU HAMID AL GHOZALIImam Ghozali berkata : âSeseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah menentang dan membinasakan Ijma kaum Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka serta kelebihan mereka dari manusia-manusia lainâ.
Kemudian kata beliau : âBilamana riwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata saja dari ucapan beliau, maka menurut Ijmaâ kaum Muslimin, orang tersebut adalah kafirâ.
(Fadhoihul Batiniyyah, halaman 149).
AL QODHI IYADH
Beliau berkata : âKita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka lebih mulia dari pada para Nabiâ.
Beliau juga berkata : âKami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al-Qur’an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan
Syiah Ismailiyahâ.
(Ar Risalah, halaman 325).
AL FAKHRUR ROZIAr Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :
Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang artinya : âBarangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafirâ.
Dengan demikian mereka (golongan Syiah) otomatis menjadi kafir.
Kedua: âMereka telah mengkafirkan satu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para sahabat Nabi)â.
Ketiga: Umat Islam telah Ijmaâ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan sahabat.
(Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212).
IBNU TAIMIYAHBeliau berkata : âBarangsiapa beranggapan bahwa Al-Qur’an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al-Qur’an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam iniâ
Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al-Qur’an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas….
(Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587).
SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWISesudah mempelajari sampai tuntas mazhab Itsna Asyariyah dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata : âSeseorang yang menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran merekaâ.
(Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah, halaman 300).
MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKANIPerbuatan yang mereka (Syiah) lakukan mencakup empat dosa besar, masing-masing dari dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.
Pertama : Menentang Allah.
Kedua : Menentang Rasulullah.
Ketiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.
Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur’an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah SWT menjadikan golongan Kuffar sangat benci kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan disamping telah menjadi ketetapan hukum didalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhori, Muslim dan lain-lainnya.
(Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)
PARA ULAMA SEBELAH TIMUR SUNGAI JAIHUN
Al Alusi (seorang penulis tafsir) berkata : âSebagian besar ulama disebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi SAW, terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah SAW, mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul Ulul Azmi.
Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah SAW dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur’an dari kekurangan dan tambahanâ.
(Nahjus Salaamah, halaman 29-30).
Demikian telah kami sampaikan fatwa-fatwa dari para Imam dan para Ulama yang dengan tegas mengkafirkan golongan Syiah yang telah mencaci maki dan mengkafirkan para sahabat serta menuduh Ummul mukminin Aisyah berbuat serong, dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang ini tidak orisinil lagi (Mukharrof). Serta mendudukkan imam-imam mereka lebih tinggi (Afdhol) dari para Rasul.
Semoga fatwa-fatwa tersebut dapat membantu pembaca dalam mengambil sikap tegas terhadap golongan Syiah.
âYaa Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu benar dan jadikanlah kami sebagai pengikutnya, dan tunjukkanlah pada kami bahwa yang batil itu batil dan jadikanlah kami sebagai orang yang menjauhinya.â
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar
- Mengenang KH. Ahmad Asrori Ustman Al-Ishaqy Sang Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyyah
- Malam Lailatul Qadar
- Keutamaan memelihara janggut
- Amalan agar nilai bagus dan hafalan bagus
- Rasulullah pernah melakukan shalat tarawih dengan cepat tapi sempurna tuma’ninahnya
- Doa sholat tarawih dan bacaan bilal dari Habib Munzir Al Musawwa
- Taushiyah ‘Pergi Haji dan Umrah Bukan Mimpi’ oleh Ustad Yusuf Mansur
- Doa mendapatkan jodoh dan rezeki menurut Al Quran
- Mukjizat Shalawat
- Cara mengatasi pengaruh sihir , pelet, jin menurut Islam
- Cara melepaskan susuk menurut Islam
-
Taut
Terima kasih atas tulisannya , semoga Allah swt memberikan pahala di sisi-Nya
Bagaimana pendapat Saudara terhadap pemerintah Saudi yang membolehkan kaum Syi’ah untuk berhajji ke Baitullah sejak ratusan tahun yang lalu ? Bukankah orang kafir tidak boleh memasuki kota suci Mekah dan Madinah ?
Salam
Anda kelihatannya masih samar dan kabur ttg kebenaran ya. Anda mengukur ‘kekafiran syiah’ dgn tolokukur ahlu sunnah?
Alasan kekafiran syiah kerna mencaci para sahabat adalah alasan anak2. Lalu apabila para sahabat saling mencaci sesama mereka, saling memerangi dan berbunuhan….anda tanpa malu menamakan itu ijtihad?
Sekiranya alasan pencacian terhadap sahabat2 tertentu menjadikan seseorang itu kafir, maka bacalah sumber2 anda sendiri ttg perlakuan para sahabat sesama mereka…anda tidak mengkafirkan mereka? Jika perlakuan mereka meraih apologi anda, lalu mengapa mereka yg mengkritik perilaku salah para sahabat anda kafirkan? Apakah mereka memfitnah para sahabat? Bisa anda buktikan bahawa perbuatan mengkritik itu dilarang dan terhukum kafir?
Salam.
Anda memetik kata2 ulama anda yg ‘berfatwa’ ttg kekafiran syiah, namun kami tidak melihat satu ayat quran pun maupun hadis yg mendukung ‘fatwa’ mereka.
Anda jadikan Malik dan Ahmad sbg ‘hujjah2′ awal anda. Baik..kami pulangkan pada anda apa kata ulama2 anda ttg mereka:
Tentang Malik
1. Syafi’i berkata, “Singa lebih fakih dari Malik, hanya saja para sahabatnya tidak menguasainya.” Sa’id bin Ayub berkata, “Jika seandainya Singa dan Malik berkumpul, maka Malik akan lebih bisu dari singa, dan singa akan menjual Malik kepada siapa saja yang diinginkannya
Ar-Rahmah al-Ghaitsiyyah, hal. 6
2. Ibnu Abdul Barr berkata, “Ibnu Dzubaib telah mengatakan sesuatu yang kasar dan keras tentang Malik, yang saya enggan untuk menyebutkannya.
Jami’ Fadha’il al-‘Ilm, jld. 2, hal.. 158
3. Salmah bin Sulaiman berkata kepada Ibnu Mubaraak, “Kamu pernah menulis sesuatu tentang pendapat Abu Hanifah, namun kamu belum pernah menulis sesuatu tentang pendapat Malik?”
Ibnu Mubarak menjawab, “Saya tidak melihatnya sebagai seorang yang berilmu.”
Jami’ Fadha`il al-‘Ilm, jld. 2, hal.. 158.
4. Ibnu Abdul Barr berkata tentang Malik, “Mereka menjelek-jelekkan beberapa hal dari mazhabnya.” Abdullah bin Idris berkata, “Muhammad bin Ishaq datang kepada kami, lalu kami menyebutkan sesuatu tentang Malik, maka kemudian dia berkata, ‘Kemarikan ilmunya.’” Yahya bin Salih berkata, “Ibnu Aktsam telah berkata kepada saya, ‘Kamu telah melihat Malik dan mendengar darinya, dan kamu juga telah menyertai Muhammad bin Hasan. Lalu, mana yang lebih fakih dari keduanya?’ Saya jawab, ‘Muhammad bin Hasan, pada apa yang dia ambil untuk dirinya, lebih fakih dari Malik.’
Al-Khathib al-Baghdadi, jld. 2, hal. 175
5. Demikian juga Muhammad bin Abi Hatim berkata, “Dari Zar’ah, dari Yahya bin Bakir yang berkata, ‘Singa lebih fakih dari Malik, hanya saja Malik mempunyai langkah.”
Al-Imam ash-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba’ah, jld. 1, hal. 498
6. Ahmad bin Hanbal berkata, “Abu Dzu’aib serupa dengan Sa’id bin Musib. Dia lebih utama dari Malik. Hanya saja Malik amat dibersihkan dan dipuji-puji oleh orang-orangnya
Tadzkirah al-Huffazh, jld. 1, hal. 176
Tentang Ahmad
1. Sahabat kalian ini —yaitu Ahmad bin Hanbal— mengatakan bahwa tidak ada taqiyyah kecuali di negara syirik. Jika pengakuannya yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk hanyalah merupakan upaya tagiyyah darinya, maka berarti dia telah melakukan taqiyyah di negeri Islam, dan ini berarti dia telah membohongi dirinya. Dan jika pengakuannya itu disertai dengan keyakinan akan kebenaran apa yang diakuinya itu, maka berarti dia bukan lagi dari kamu dan kamu juga bukan lagi dari dia. Padahal dia tidak melihat pedang yang terhunus, dan tidak mendapat pukulan yang banyak. Dia hanya dipukul sebanyak tiga puluh cambukan, sehingga dengan lancar dia mengatakan apa yang diminta oleh sultan. Padahal dia tidak ditempatkan di ruang-an yang sempit, dan tidak diberati dengan besi.”
Mukaddimah kitab Ahmad bin Hanbal wa al-Mihnah, jld. 3, hal. 131 – 139
2. Merupakan keuntungan terbesar bagi Ahmad bin Hanbal manakala dia dekat dengan Mutawakkil. Karena dia adalah orang yang masih tersisa dari malapetka “kemakhlukan Al-Qur’an”, setelah pahlawan-pahlawannya dibunuh. Mutawakkil berpesan kepada para gubernurnya untuk menghormati dan menghargai Ahmad bin Hanbal. Dia juga bersimpati kepadanya dan memberikan empat ribu dirham kepadanya setiap bulan
Tarikh Ibnu Katsir, jld. 10, hal. 239
Lalu orang yg mendekati penguasa anda jadikan hujjah?
Bukhari pula adalah seorang pembenci Imam Ali as, buktinya:
1. Bukhari tidak mengakui bahwa keutamaan Imam Ali As melebihi seluruh sahabat
Bukhari -manakib Utsman- Fathul Bari 7: 46
2. Dia mengakui bahwa Imam Ali As sama dengan sahabat yang lain.
Untuk membuktikan ungkapan ini, dia bersandar pada perkataan Abdullah bin Umar namun perkataan ini ditolak oleh ulama ahlisunnah dan Ibnu abdil Barri dengan jelas berkata: sesungguhnya orang yang meyakini hal itu telah berkata sesuatu yang bertentangan dengan apa yang disepakati oleh ahlisunnah baik dari kalangan salaf maupun khalaf, baik dari ahli fiqih dan ahli hadits, bahwa Imam Ali ra adalah manusia paling utama setelah Utsman ra “dan hal ini tidak terjadi ikhtilaf di dalamnya dan yang mereka ikhtilafkan adalah pengutamaan Ali ra atas Utsman ra dan ulama salaf pun ber-ikhtilaf dalam pengutamaan Ali ra atas Abu Bakar ra, dan dalam seluruh ijma’ yang kami deskripsikan adalah dalil bahwa hadits Ibnu Umar itu salah dan hanya khayalan (wahm) dan maknanya tidak benar, meskipun sanadnya shahih” Isti’ab 3: 1119. Imam Ali bin Ju’di Baghdadi lahir 134 H dalam mengkritik dan memprotes pandangan Abdullah bin Umar berkata: lihatlah anak kecil ini kata talaq saja tidak bisa , bagaimana bisa dia berkata dengan suara besar : Kami tidak mengutamakan (satu atas yang lain) Sair Alam An-Nubala 10: 463.
Yahya bin Mu’in menganggap dia sebagai pembela pemerintahan Utsman ra dimana dia telah mengkultus Utsman ra dan dia menganggap Imam Ali ra kurang, dan mereka itu adalah orang-orang yang terkutuk ” mengingkari pilihan kaum dan mereka itu adalah Utsmaniah, orang-orang yang sangat mencintai Utsman ra dan menganggap Imam Ali ra kurang dan tidak ada keraguan bahwa orang yang merasa puas akan hal itu dan tidak mengenal dan mengetahui keutamaan Imam Ali ra maka dia itu tercela”. Fathul Bari 7: 20.
Makanya hati2 saat membawakan fatwa2 mereka. Yg lain itu terhitung kecil ketimbang mereka yg tiga ini
Salam
sepakat dengan mas hadi…kayaknya mas hadi lebih valid dibandingkan tulisan diatas deh…kalo begitu…saya dukung orang Syiah dan kalo bisa saya berniat belajar tentang syiah…tapi…bagaimana caranya ya…
yang pasti saya hanya mau belajar dari mas hadi…untuk tulisan diatas saya tidak tertarik..abis..tidak logis sih…penuh kebencian dan amarah dan ASBUN…ngga pake pertimbangan dan tidak masuk diakal sehat….
saya mau jadi orang syiah Muhammad, syiah Ali, dan seterusnya
@takbir
Salam buat pendamba kebenaran
Mempelajari kebenaran, yg terbaik adalah dgn mempelajari kepalsuan terlebih dahulu. Dgn ini kita bisa membedakan antara haq dan batil.
Saat pemilik blog menebarkan fitnahnya, dia hanya bedalih dgn dalih pembenaran dari pihaknya sahaja, sedangkan kita seharusnya membuktikan kesalahan lawan dari sumber mereka sendiri. Masakan kita berhujjah ttg kebenaran Islam dgn org bukan Islam dgn memetik dalil2 al Quran.
Anda tanyakan mereka, bagaimana mereka masih berpegang dgn hadis ‘Kitabullah dan Sunnahku’,,,sedangkan sanad hadis ini sgt2 dhaif dan meninggalkan hadis ‘Kitabullah dan Itrah Ahlul Baitku; yg terdapat dlm kutub as Sittah mereka, sedangkan yg pertama itu tidak? Dengarkanlah jawaban mereka yg penuh dalih…dan buatlah pertimbangan dgn akal sihat dan hati tulus anda…semoga Allah melimpahkan taufikNya buat mereka yg bersungguh sungguh ingin mencapaiNya.
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari) keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
QS. al-’Ankabut (29) : 69
Salam Damai
Kami ‘tertarik’ dgn ‘fatwa pengkafiran’ Syiah oleh al Syaukani. Dia menghukum kafir Syiah atas ‘empat alasan’. Mari kita patahkan ‘hujjah2nya’:
A.Menentang Allah
-Penentangan terhadap Allah berarti menentang al Quran. Buktikan pada umum, sisi mana aja al Quran yg dibantah atau ditolak oleh Syiah?
Kami akan tampilkan bukti bahawa andalah yg menentang al Quran. Di dlm al Quran pada surah as Syura : 23, Allah berfirman:
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang terhadap keluargaku”
Menurut para ulama spt al Haskani dlm Syawahid at Tanzil, Ibnu Hajar dlm Sawaiq al Muhriqah, Tafsir ar Razi dll, ayat ini turun sbg perintah atas umat agar mencintai Ahlul Bait Nabi saaw. Namun apa yg anda lakukan? Pada masa anda mendakwa mencintai Imam Husain as, anda juga mencintai pembunuh2nya…buktinya mereka anda masukkan dlm senarai perawi2 tsiqah. Kami bawakan dua contoh saja buat renungan anda:
1. Umar ibn Saad bin Abi Waqqas
-Menurut Ibnu Hajar, dia adalah tabi’in dan tsiqah (Tahzib at Tahzib, jilid 7, hlm 450-451)
2. Shuraih bin al Harith, dipanggil Shuraih bin Shurahbil
-Diambil oleh Bukhari dan Nasa’i. Ibnu Ma’in, al Ijli dan ibnu Saad menilainya tsiqah (Tahzib at Tahzib, jilid 4)
Ketika ulama2 anda menilai para pembunuh ini tsiqah, mereka telah menentang kitab Allah. Allah berfirman:
1. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. QS. al-Insan (76) : 24
2. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. QS. Hud (11) : 113
Lalu sekarang, siapa yg menentang Allah?
B.Menentang Rasul saaw
Ibnu Abbas berkata: “Hari Khamis, oh hari Khamis. Waktu Rasul merintih kesakitan, beliau berkata, mari kutuliskan untuk kalian suatu pesan agar kalian kelak tidak akan tersesat. Umar berkata bahwa Nabi sudah terlalu sakit sementara AlQuran ada di sisi kalian. Cukuplah bagi kita Kitab Allah. Orang yang berada dalam rumah berselisih dan bertengkar. Ada yang mengatakan berikan kepada Nabi kertas agar dituliskannya suatu pesan di mana kalian tidak akan tersesat setelahnya. Ada sebagian lain berpendapat seperti pendapatnya Umar. Ketika pertengkaran di sisi Nabi semakin hangat dan riuh Rasul pun lalu berkata, “Pergilah kalian dari sisiku.” Ibnu Abbas berkata: “Tragedi yang paling menyayat hati Nabi adalah larangan serta pertengkaran mereka di hadapan Rasul yang ingin menuliskan suatu pesan untuk mereka.”
-Shahih Bukhari, jilid 1, hadis 83, ms364, cetakan 1983
-Shahih Muslim, hadis 995, ms 284, cetakan 1980
Dan anda menuduh Syiah menentang Rasul saaw?
C.Menentang syariat Islam
Anda harus lebih bertanggungjawab saat membawakan berita. Syariat Islam yg mana yg ditentang oleh Syiah? Hukum dan perintah Allah dan Rasul yg mana yg ditolak Syiah?
Sebaliknya, anda telah merubah hukum Allah, buktikan sendiri ini:
‘Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam’ (, QS. al-Baqarah (2) : 187)
Tanyakan diri anda, saat anda berbuka, apakah hari telah gelap?
D.Mengkafirkan Sahabat
Anda sering menggunakan ayat terakhir surah al Fath ini sbg dalih pembelaan terhadap sahabat ya. Baiklah, mari kita lihat ayatnya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ( QS. al-Fath (48) : 29)
Perhatikan ayat ini baik2, ‘berkasih sayang sesama mereka’…dan bukalah kitab sejarah islam mana pun dan lihat perlakuan Uthman terhadap sahabat2 besar Rasul saaw, spt Ammar bin Yasir, Abdullah ibn Ma’ud dan Abu Dzar al Ghiffari…apakah itu namanya berkasih sayang sesama mereka?
Tentang pengkafiran sahabat, kami tidak melakukannya, tapi bacalah apa yg ditulis oleh Bukhari dan Muslim dlm Shahihnya:
Berdasarkan hadis Bukhari daripada Sahih al-Bukhari (Al-Bukhari, Sahih, (Arabic-English), by Dr.Muhammad Muhammad Muhsin Khan, Islamic University, Medina al-Munawwara, Kazi Publications, Chicago, USA1987, jilid viii, hlm.378-384(Kitab ar-Riqaq,bab fi l-Haudh), Bukhari meriwayatkan yg berikut:
Fala arahu yakhlusu minhum mithlu hamali n-Na‘am (Aku tidak fikir mereka terselamat melainkan(beberapa orang sahaja) sepertilah unta yang tersesat/terbiar daripada pengembalanya)
Makanya, bukanlah org2 dlm blog ini yg mengatakan bahawa kebanyakan sahabat telah irtada, tetapi Nabi saaw spt dlm riwayat Bukhari ini.
Sementara Muslim dari Sahih Muslim Muslim,Sahih, edisi Muhammad Fuad ‘Abdu l-Baqi, Cairo,1339H, jilid iv, hlm.1793-1800 (Kitab al-Fadha‘il, bab Ithbat Haudhi n-Nabi (Saw.), meriwayatkan:
Suhqan suhqan li-man baddala ba‘di (Jauh! Jauh! (daripada rahmat Allah)/ ke Nerakalah mereka yang telah mengganti/ mengubah/ menukar-hukum Tuhanku dan Sunnahku- selepasku) satu kali. Perkataan “Baddala” bererti mengganti/mengubah/menukar hukum Allah dan Sunnah Nabi-Nya.
Jika anda mau, kami akan beberkan lagi
Salam buat pendamba kebenaran
font arabnya kok aneh?malah jadi simbol2gak jelas
Ada dua orang, siapa sahabat siapa ?
Orang pertama bukan menganggapnya sahabat walaupun sering pergi bersama, hanya teman. Orang kedua menganggap dan mengakui bahwa dirinya sendiri sahabat temannya yang sering pergi bersama.
Anda mungkin menganggap saya sahabat anda, tapi tidak menurut saya, anda hanyalah teman seperjalanan.
Saya jadi geli membaca ulasan di bawah judul AL FAKHRUR ROZI :
Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :
Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang artinya : âBarangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafir.
Nah berarti semua yg dikutip di atas itu pada kafir semuanya…. malah jangan-2 yg punya blog kebawa-bawa ikutan jadi kafir… kok gak takut yaa ?
Gak pernah terpikir seperti itu ???
Celakalah golongan yang membuat-buat dusta atas nama Allah dan mereka-reka kedustaan atas nama Rasul dan Ahlul Baitnya.
Celakalah mereka yang dilaknat oleh Ahlul Bait kerana membunuh Saidina Hussin serta ahlul baitnya kemudian menuduh orang lain melakukannya kerana mahu membuat fitnah dalam Islam.Merekalah golongan yang meratap dan memukul muka-muka mereka sampai berdarah pada hari Asyura.
Celakalah golongan pendusta dan penyembah kubur.Kamu tidak takutkan Allah dan mau mengajak orang lain ikut sesat bersama kamu , seperti Iblis Lakntullah agar bersama-samanya ke neraka.
URUS DIRI LO MASING-MASIG AJA DEH!!
Informasi berikut ini akan sangat mengejutkan Anda.
Baru kali ini semua informasi kekayaan sahabat Rasulullah SAW diungkap dengan gamblang beserta tipsnya yang disesuaikan dengan kondisi sekarang.
Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah).
Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, “Berarti Umar ra mendapatkan passive income sebanyak Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!”. (Fikih Ekonomi Umar ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99, konversi pada saat harga dinar Rp 1,2 juta)
Subhanallah…
Saatnya rahasia Kekayaan mereka diungkap. Hentikan kesibukan Anda, karena hari ini adalah TITIK BALIK kejayaan umat Islam, termasuk Anda!
temukan jawabannya di : http://spiritualpreneurship.com/?id=SuperKaya
@Mariah
Anda buta fakta dan sejarah ya? Dasar orang singkat akal. Anda mahu menuduh siapa membunuh Imam Husain as? Syiah? Bawakan riwayat yg mana Imam Husain as melaknat Syiah2nya itu…jika tidak bisa, maka dusta itu pulang pada anda dan andalah yg celaka